3 Gereja Protestan Dan Khatolik Terbesar Didunia

3 Gereja Protestan Dan Khatolik Terbesar Didunia – Pentingnya paskah beberapa peninggalan di planet ini yang patut kita hargai.

Salah satunya adalah struktur gereja. Sebagai iman dengan variasi individu terbesar di dunia, orang Kristen dan juga umat Katolik memiliki banyak Gereja. Jumlahnya tersebar di seluruh dunia. Baik di balai kota, selain di daerah kumuh sekalipun.

3 Gereja Protestan Dan Khatolik Terbesar Didunia

Jika diteliti, sebagian besar bangunan Gereja terbesar di seluruh dunia. Kebanyakan dari mereka terdiri dari gereja yang spektakuler di dunia.

Kehebatannya muncul dari struktur struktur. Selain itu, ditambahkan stupa atau patung juga akhirnya menjadi plus yang pasti akan berkontribusi pada kemegahan gereja.

Gereja adalah tempat pemujaan bagi umat Kristen dan umat Katolik. Produk dalam Gereja beragam. Semua ini bergantung pada kebutuhan masing-masing gereja itu sendiri. Gereja manakah yang terbesar di dunia? Dibanding anda penasaran, berikut adalah evaluasinya:

1. Basilika Santo Petrus, Kota Vatikan

Gereja St. John’s Peter’s Basilica, Kota Vatikan Gereja terbesar pertama di planet ini adalah Basilika Santo Petrus. Bangunan gereja ini adalah yang terbesar di latar belakang kekristenan yang pernah ada. Luas bangunan 220 m dengan lebar 150 m. Hal ini membuat gereja mampu menampung sebanyak 60.000 individu. Seiring dengan yang terbesar, gereja ini juga dipahami karena kubahnya yang tinggi.

Kebenaran yang berbeda mengenai gereja ini, untuk beberapa nama:

Sebelumnya, gereja ini masih merupakan pusat acara penting umat Katolik. Misalnya, saat pesta Paskah dan Xmas.
Umatnya yang peduli dengan ibadah tidak pernah sepi. Banyak orang Katolik dari seluruh dunia berkumpul ke gereja ini. Biasanya, karena pada pesta fantastis, Misa dipimpin oleh seorang Paus.
Ada sebuah obelisk di depan Gereja. Menara ini dibangun sejak zaman Romawi kuno. Bangunan ini sengaja dijaga oleh Agen Bola karena dianggap sebagai saksi struktur kesusahan St. Peter.

2. Gereja Basilika Kuil Nasional Perawan Maria Aparecida (Aparecida, Brasil).

Gereja Basilika Kuil Nasional Wanita Aparecida (Aparecida, Brasil) Gereja kemudian tinggal di Brasil. Ada banyak bangunan gereja terbesar yang memiliki tujuan pernikahan Kristen sekaligus indah di negara Samba ini. Namun demikian, pilihannya jatuh di Basilika Kuil Nasional Wanita Aparecida. Pembangunan gereja ini diputuskan untuk Wanita Kita. Lebih baik disebut si Ibu Tanpa Spot. Ini bisa dikenali dari nama gereja.

Gereja diantar pada tanggal 4 Juli 1980. Strukturnya berdiri sepanjang 173 m, tinggi 168 m, dan tingginya 100 m. Gereja ini memiliki kemampuan untuk menyesuaikan jumlah orang selama 45.000 – 70.000 orang.
Pada tanggal 24 Juli 2013, Paus Fransiskus datang ke gereja ini. Tujuannya adalah untuk memberi hormat kepada Our Girl of Aparecida. Tanggalnya juga menyertai Hari Pemuda Sedunia.
Untuk ketinggian kubah, gereja ini tidak layak menjadi Basilika Santo Petrus. Mengapa? Karena ketinggian kubah hanya 70 m. Sering kali lebih kecil dari St. Peter. Gereja dibangun untuk umat Katolik. Karena sebagian besar penduduk Brasil beragama Katolik. Gereja ini mengadakan misa setiap hari Minggu. Begitu juga dengan hari besar yang ada di planet ini.

3. Gereja Katedral de Santa Maria de la Sede.

Gereja Catedral Santa Maria de la Sede Dalam bahasa Indonesia, gereja ini dikenal sebagai Gereja Santa Maria dari See. Meskipun demikian, namanya terlalu panjang sehingga semakin banyak orang Muslim faktor untuk berubah menjadi Kristen adalah dengan menyebutnya Katedral Seville. Terletak di kota Sevilla, Spanyol menjadikan gereja ini nomor tiga terbesar di planet ini. Bangunan gereja benar-benar bergaya Gothic dan dihiasi dengan daya tarik arsitekturnya.

Realitas satu-satunya tentang gereja ini, antara lain :.

Sejak awal, gereja ini merupakan masjid warisan Moor yang saat memerintah Spanyol. Kendati demikian, gereja ini ambruk sekaligus mengalami kerusakan signifikan pada tahun 1356.
Pada tahun 1402, komunitas lingkungan secara resmi mengembangkan namanya sebagai Gereja Katolik.
Sejak tahun 1987, Gereja secara resmi ditandai sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO. Ini karena bangunan ini merupakan salah satu bangunan bersejarah yang harus dilindungi.
Cathedral de Santa Maria memiliki ukuran 135 m, lebar 100 m, tinggi 42 m, dengan kubah tinggi 105 m.
Visibilitas menara mesjid yang berfungsi sebagai lonceng gereja.
Gereja ini juga digunakan sebagai makam dari Christopher Colombus.
Saat Anda berlibur ke Spanyol, jangan lupakan untuk mencari kota Sevilla. Ada banyak bangunan bersejarah yang bisa Anda lihat di kota ini. Seperti berbagai gereja, galeri dan juga struktur gothic lainnya.

7 Gereja Tertua Di Indonesia

7 Gereja Tertua Di Indonesia – Gereja merupakan tempat ibadah bagi umat kristiani untuk bisa mendekatkan diri pada tuhannya.

Sehingga membuat gereja sangatlah sakral untuk bisa anda jaga.

7 Gereja Tertua Di Indonesia

7 Gereja Tertua Di Indonesia

1. Gereja Basilika Jakarta

(nama utama: Pelanggan Santa Maria yang Ditunjuk Ke Surga, De Kerk van Onze Lieve Vrouwe ten Hemelopneming) adalah sebuah gereja di Jakarta. Bangunan gereja ini diresmikan pada tahun 1901 dan juga dibangun dengan arsitektur neo-gothik dari Eropa, gaya khas yang digunakan untuk membangun struktur gereja beberapa abad sebelumnya.

Gereja hari ini dibuat dan juga diawali oleh Pastor Antonius Dijkmans dan juga batu terobosan yang dilakukan oleh Provicaris Carolus Wenneker. Pekerjaan ini setelah itu dilanjutkan oleh Cuypers-Hulswit saat Dijkmans mungkin tidak berlanjut, dan kemudian diantar dan diberkati pada tanggal 21 April 1901 oleh Mgr. Edmundus Sybradus Luypen, SJ, Vikaris Apostolik Jakarta.

Katedral yang kita pahami saat ini bukanlah benar-benar bangunan gereja awal karena lokasinya, karena Katedral aslinya diresmikan pada bulan Februari 1810, namun pada tanggal 27 Juli 1826 Gereja dibakar dengan 180 rumah di sekitarnya. Kemudian pada tanggal 31 Mei 1890 di iklim yang cerah, gereja juga telah runtuh.

Pada malam Natal, 24 Desember 2000, Gereja berubah menjadi salah satu daerah yang terkena dampak ledakan bom tersebut.

2. Gereja di Bogor Sanctuary

memiliki nama paroki resmi dari Perawan Maria yang Beruntung. Alamat Jalan Kapten Muslihat Nomor 22, Bogor.

Awalnya gereja Bogor Parish berasal dari Prefektur Apostolik Sukabumi. Seiring dengan transformasi berdiri Prefektur Apostolik Sukabumi langsung ke Keuskupan dengan nama Keuskupan Bogor. Gereja Paroki Bogor kemudian ditandai sebagai Gereja Katedral Keuskupan Bogor.

3. Gereja Katedral

Bandung, atau Katedral Santo Petrus, adalah sebuah gereja yang terletak di Jalan Merdeka, Bandung, Indonesia. Bangunan itu dibuat oleh Ir. Charles Sesuai Wolff Schoemaker serta gaya arsitektur neo-Gothic terbaik. Dicentang dari atas, bentuknya tampak seperti silang simetris. Basilika Santo Petrus memiliki areal seluas 2.385 m² dan lokasi bangunan 785 m².

Gerejanya sendiri bernama St. Franciscus Regis pada tanggal 16 Juni 1895. Setelah Bandung memperoleh status gemeente (tingkat kota) pada tahun 1906, gereja tersebut bertekad untuk membangun sebuah struktur gereja baru. Bangunan dan konstruksi struktur baru diadakan sepanjang tahun 1921. Tempat kudus tersebut kemudian diberkati pada tanggal 19 Februari 1922 oleh Mgr. E. Luypen.

4. Gereja Immanuel

pada awalnya adalah sebuah gereja memperbaiki dasar sebuah pengaturan di antara orang-orang Reformed dan Lutheran di Batavia.

Pembangunannya dimulai pada tahun 1834 mengikuti desain J.H. Horst. Pada tanggal 24 Agustus 1835, batu pertama diletakkan. 4 tahun kemudian, 24 Agustus 1839, bangunan itu selesai secara efektif.

Pada saat yang sama, struktur tersebut diantar sebagai gereja untuk menghormati Raja Willem I, raja Belanda pada periode 1813-1840. Di gereja yang membangun nama WILLEMSKERK disertakan.

Gereja bergaya klasik itu berpola bulat dengan struktur tiga meter. Bagian depan menghadap Terminal Gambir Di Agen Sbobet . Pada bagian ini jelas sebuah teras berbentuk persegi panjang dengan pilar paladian yang mendukung sinar horisontal. Paladinisme adalah desain klasikisme abad ke-18 di Inggris yang menekan keseimbangan dan juga kontras yang harmonis.

Dek di utara dan juga selatan mematuhi bentuk lingkaran gereja dengan menciptakan 2 lingkaran konsentris, yang membatasi ruang pujian. Dengan konstruksi kubah yang sadar, sinar matahari bisa menerangi seluruh ruang secara setara. Sebuah menara pendek atau lentera di atas kubah dihiasi dengan plester teratai dengan 6 daun yang jatuh, simbol Mesir untuk dewi cahaya.

Orgel digunakan hari pada tahun 1843, dibuat oleh J. Datz di Belanda. Sebelum organ tubuh dipasang, sebuah band dilakukan sebagai penyempurnaan pesta pujian. Pada tahun 1985, organ tubuh dipisahkan dan dibersihkan untuk memastikannya bisa beroperasi dengan baik.

5. Gereja Sion

juga dikenal sebagai Portugueesche Buitenkerk atau Gereja Portugis di tepi Jalan Pangeran Jayakarta dan Mangga Dua Raya. Struktur gereja ini memiliki kemegahan arsitektur dan daya tahan yang luar biasa. Portugeesche Buitenkerk atau Gereja Portugis selesai pada tahun 1695. Peresmian struktur gereja tersebut terjadi pada hari Minggu, 23 Oktober 1695 dengan restu Pastor Theodorus Zas yang benar. Pertumbuhan fisik memakan waktu sekitar dua tahun. Peletakan batu awal dilakukan oleh Pieter van Hoorn pada tanggal 19 Oktober 1693.

Cerita lengkap tentang berkat sejati gereja ditulis dalam bahasa Belanda di sebuah papan peringatan. Sampai sekarang, masih bisa dilihat di dinding gereja.

Gereja ini adalah struktur tertua di Jakarta yang masih digunakan untuk tujuan awalnya seperti saat dimulai. Rumah ibadah ini juga masih memiliki perabot yang sama. Gereja ini ditemukan kembali pada tahun 1920 dan juga sekali lagi pada tahun 1978. Struktur gereja dilindungi oleh pemerintah melalui Mandate CB Jakarta / 11/1/12/1972.

6. Gereja Tugu

hanyalah salah satu gereja paling awal di Indonesia yang terletak di Kampung Tugu, Jakarta Utara. Definitel